Wakil Rektor II UNTAG Surabaya Orang Pertama Mendapatkan Penghargaan Wali Kota Surabaya Sebagai Pemerhati Bangunan Cagar Budaya

Senin, 10 November 2014 - 14:30:16 WIB
Dibaca: 114 kali

Dr. Ir. Hj. R.A. Retno Hastijanti, MT, Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menjadi orang pertama yang mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Surabaya atas dedikasinya sebagai pemerhati Bangunan Cagar Budaya. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat upacara bendera memperingati Hari Pahlawan ke- 69 dan Hari Kesehatan Nasional ke- 50 pukul 08.00 WIB di Taman Surya, Kota Surabaya (10/11/2014).

Setiap tahun, Pemerintah Kota Surabaya selalu memberikan penghargaan kepada warganya yang berkomitmen untuk membangun Surabaya. Penghargaan tersebut akan diberikan yaitu pada saat Hari Ulang Tahun Surabaya tanggal 31 Mei dan pada Hari Pahlawan tanggal 10 November.

Sedangkan, untuk penghargaan yang terkait dengan Cagar Budaya baru kali ini diberikan kepada warga Kota Surabaya yaitu Dr. Ir. Hj. R.A. Retno Hastijanti, MT. Penghargaan ini terkait dengan telah dinobatkannya Surabaya dan Sawah Lunto sebagai kota di Indonesia yang aktif memperhatikan Cagar Budaya. Selain Surabaya dan Sawah Lunto, nominasi Kota di Indonesia lainnya adalah Yogjakarta, Solo dan Denpasar namun ketiga kota tersebut belum total dalam mengimplementasikan Undang-Undang Cagar Budaya.

Dinas Budaya dan Pariwisata (Dinbudpar) Kota Surabaya mengusulkan Dr. Ir. Hj. R.A. Retno Hastijanti, MT sebagai penerima penghargaan dan sudah dievaluasi serta dinilai oleh tim seleksi sebagai warga Surabaya yang berdedikasi tinggi dalam mengimplementasikan Undang-Undang Bangunan Cagar Budaya.

Adapun bentuk kegiatan kecagarbudayaan yang telah dilakukan dan dinilai tertinggi dari Dr. Ir. Hj. R.A. Retno Hastijanti, MT dalam mengimplementasikan Undang-Undang Bangunan Cagar Budaya di Kota Surabaya tahun ini adalah mengangkat Taman Bungkul sebagai pemenang Townscape Award yaitu taman kota terbaik di seluruh Asia-Pasific yang diberikan oleh UN Habitat Asia-Pasific, melakukan pendataan-pendataan terhadap bangunan Cagar Budaya dan 18 kawasan Cagar Budaya Surabaya yang diterapkan dengan mengimplementasikan "butterfly method" hasil kerjasama Program Studi Arsitek UNTAG Surabaya dengan Shin Muramatsu Laboratorium, Tokyo University Jepang, serta selama 4 tahun berturut-turut telah mewakili Surabaya untuk membuat laporan telaah yang menyertakan beberapa bangunan Cagar Budaya Surabaya dalam program UNESCO Heritage Award.

Seluruh kegiatan yang dilakukan beliau tersebut sebagai  bentuk pengabdian terhadap masyarakat Surabaya dan selalu mengedepankan profesionalitas sebagai seorang dosen. Sehingga hasil akhirnya selalu diharapkan menjadi bahan yang dapat memotivasi masyarakat untuk bisa menghargai kearifan lokalnya sendiri.


“Pentingnya kita menghargai cagar budaya adalah agar kita dapat belajar dari masa lalu untuk  membangun masa depan yang  lebih baik. Seluruh hasil pekerjaan selalu saya didedikasikan untuk masyarakat Kota Surabaya, agar masyarakat tahu bahwa Kota surabaya memiliki potensi wisata, ekonomi dan edukasi yang sangat banyak melebihi kota-kota lain di Indonesia bahkan di dunia,” Dr. Ir. Hj. R.A. Retno Hastijanti, MT.

“Semua itu saya dedikasikan untuk PEMKOT agar dalam merencang pembangunan sehingga kedepan tetap menghargai dan melestarikan kearifan lokal serta mengembangkannya sebagai suatu ikon kota,” tambah Beliau.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada Dr. Ir. Hj. R.A. Retno Hastijanti, MT bersama 30-an warga Surabaya penerima penghargaan lainnya di Taman Surya, Kota Surabaya.

Komentar