Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya) merupakan perguruan tinggi swasta pertama di Jawa Timur. Untag berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), khususnya dalam tiga bidang kajian yaitu teknik, sosial humaniora, budaya, dan psikologi. Fokus tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan menuju Indonesia yang sejahtera dan berdaya saing. Universitas ini telah berperan penting dalam menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan manusia di Indonesia Timur.

Visi universitas adalah menjadi Perguruan Tinggi Unggul berbasis Nilai dan Karakter Kebangsaan pada tahun 2035. Visi ini dibangun atas dasar filosofis dan yuridis. Visi tersebut diwujudkan melalui empat (4) misi, yaitu: (1) Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengacu pada standar pendidikan tinggi di tingkat nasional, regional, dan internasional; (2) Memperkuat Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Baik (Good University Governance); (3) Memberdayakan sumber daya universitas dan menjalin jejaring dengan institusi dalam dan luar negeri untuk mengoptimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi; (4) Menanamkan dan membangkitkan nilai moral, akademik, budaya, serta karakter keindonesiaan bagi sivitas akademika.

Makna keunggulan dalam visi universitas tercermin melalui upaya menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan lapangan kerja, memiliki kompetensi di dunia industri, memiliki kepedulian terhadap pengembangan potensi lokal, memberdayakan masyarakat, serta membangun jejaring berbasis standar mutu pendidikan tinggi nasional dan internasional. Visi universitas ini juga berlandaskan nilai-nilai karakter kebangsaan, yang berarti seluruh sivitas akademika harus memiliki karakter yang menjunjung tinggi keadilan, kecerdasan, nasionalisme, kreativitas, dan keberagaman.

Program Studi (Arsitektur) memperoleh akreditasi A dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) pada tahun 2020. Dalam rangka mendukung visi dan misi universitas, program studi ini berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan terus memperbaiki aspek input–proses–output agar tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mencapai tingkat internasional. Sertifikasi dari ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) menjadi bukti capaian program studi dalam memenuhi visi dan misi universitas.

Untag Surabaya merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dengan akreditasi Unggul. Sejak tahun 1958 hingga saat ini, universitas telah berkontribusi dalam bidang Tri Dharma, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Untag Surabaya, yang juga dikenal sebagai Kampus Merah Putih, memiliki sejarah panjang yang dilandasi oleh gagasan tokoh nasionalis, yaitu Presiden Ir. Soekarno, dalam menyediakan pendidikan berkualitas dengan karakter kebangsaan yang kuat. Motto universitas adalah An Empowering and Networking University, yang bertujuan meningkatkan kerja sama nasional dan internasional untuk memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang keilmuan tanpa meninggalkan karakter kebangsaan. Universitas ini memperoleh akreditasi A berdasarkan SK BAN-PT No. 485/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018. Hingga tahun 2022, universitas memiliki 7 fakultas, 16 program sarjana, 6 program pascasarjana, 3 program doktor, dan 3 program vokasi. Fakultas tersebut meliputi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Vokasi.

Program studi ini merupakan bagian dari Fakultas Teknik (FT). FT mengelola tujuh program studi, yaitu Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Informatika, dan Magister Teknik Sipil. Tiga program studi telah memperoleh akreditasi A dari BAN-PT, yaitu Arsitektur, Teknik Industri, dan Teknik Mesin. Program studi ini merupakan program sarjana dengan jumlah mahasiswa sebanyak 580 orang. Tenaga pengajar memiliki kualifikasi magister dan doktor dari perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri.

Pengembangan program studi diarahkan oleh visi, misi, dan tujuan yang dirumuskan dengan mempertimbangkan visi dan misi universitas, fakultas, serta masukan dari para pemangku kepentingan. Berikut ini adalah visi dan misi program studi.

Program studi memiliki empat laboratorium, yaitu Laboratorium Perumahan dan Permukiman, Perancangan Kota dan Lanskap; Laboratorium Sains, Struktur, dan Budaya; Laboratorium Arsitektur Digital; serta Laboratorium Tugas Akhir. Penelitian, pengajaran, dan pembelajaran dikembangkan berdasarkan kelompok keilmuan arsitektur yang terintegrasi dalam masing-masing laboratorium. Program studi bekerja sama dengan berbagai institusi dan universitas nasional maupun internasional untuk memperluas cakupan, meningkatkan relevansi, serta meningkatkan kualitas penelitian dan pembelajaran. Kerja sama ini mencakup berbagai kegiatan mulai dari studio desain kolaboratif, pengembangan kurikulum, pengembangan fasilitas, pelatihan akademik bagi dosen dan mahasiswa, hingga kolaborasi penelitian.

Penjaminan mutu menjadi bagian integral dari manajemen, penelitian, dan proses akademik untuk menjamin keunggulan. Universitas telah memiliki sistem penjaminan mutu dan unit audit internal selama lebih dari dua puluh tahun. Universitas melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Di tingkat fakultas, Dekan dan Wakil Dekan bertanggung jawab atas penjaminan mutu di seluruh program studi. Di tingkat program studi, Ketua Program Studi bertugas mengelola kegiatan akademik dan manajerial serta bertanggung jawab atas penjaminan mutu. Kepala laboratorium mengelola substansi akademik dan penelitian pada mata kuliah di laboratorium. Dalam rangka menghasilkan lulusan dengan pengetahuan dan keterampilan yang mutakhir, program studi secara rutin meninjau dan mengevaluasi kurikulumnya. Evaluasi ini mempertimbangkan hasil peninjauan internal dan eksternal yang dilakukan pada setiap akhir semester. Mekanisme ini memastikan relevansi capaian pembelajaran lulusan dengan kebutuhan industri.